Showing posts with label ULAMA' Pendiri NU. Show all posts
Showing posts with label ULAMA' Pendiri NU. Show all posts


Cendekiawan Muslim"


A



A samb.

B

G

H

I

J

K

K samb.

M

N

R

S

T

y

Idham Chalid Bapak Politik NU

Mantan Ketua PBNU dan Ketua MPR/DPR KH.Dr.Idham Chalid (88) meninggal dunia di kediamannya di kawasan pendidikan Darul Ma'arif, Cipete, Jakarta Selatan, Ahad (11/7) pagi, pukul 08.00 WIB, karena sakit yang diderita selama 10 tahun terakhir.  Gus Mus menilai mendiang KH Idham Chalid sebagai "Bapak Politik" Nahdlatul Ulama (NU).


"Pemikiran-pemikiran politiknya sangat berpengaruh dan mengena di kalangan warga Nahdliyin. apalagi beliau memang sangat lama berkecimpung di dunia politik," katanya, Ahad kemarin.

Menurut Wakil Rais Aam PBNU ini, KH Idham Chalid berperan besar dalam melahirkan kader-kader NU di perpolitikan saat ini dan para tokoh NU yang saat ini berkarir di jalur politik pasti mengakuinya

NU dan Garasinya

Oleh: Dr. KH A. Mustofa Bisri

Keluarga Pak Nuas Waja merupakan keluarga desa yang cukup kaya. Di samping rumah yang besar, keluarga ini memiliki sawah, kebun, peternakan, perahu penangkap ikan, toko serba ada, dan masih ada kekayaan dan usaha yang lain. Keluarga Pak Nuas Waja yang cukup banyak, tidak kesulitan menangani semua harta dan usaha itu, meski pengelolaannya masih secara tradisional. Masing-masing anggota keluarga, sesuai keahliannya diserahi dan bertanggungjawab atas bidang yang dikuasainya. Ini menggarap sawah; ini mengurus kebun; itu menangani toko; itu mengurus peternakan; demikian seterusnya.

KH. A WAHAB HASBULLAH

KH Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama besar Indonesia. Beliau lahir pada bulan Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur dan wafat pada 29 Desember 1971. Beliau merupakan seorang ulama yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat. Untuk itu kyai Wahab membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1941.
Mula-mula kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas. Tetapi berkat prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan topik-topik yang dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas, dalam waktu singkat kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian di kalangan pemuda. Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan bertemu dalam forum itu untuk mendebatkan dan memecahkan permasalahan pelik yang dianggap penting.

KHR. ASNAWI kudus

Pada kisaran tahun 1861 M (1281 H) di daerah Damaran lahir seorang jabang bayi yang diberi nama Raden Ahmad Syamsyi. Putra dari pasangan H. Abdullah Husnin dan Raden Sarbinah ini lahir di sebuah rumah milik Mbah Sulangsih. Kelahiran anak pertama bagi sepasang keluarga baru menjadi satu keharuan dan dambaan yang sangat tiada nilainya. Apalagi bayi itu laki-laki yang telah diharap dapat melanjutkan kiprah orang tua. Rasa syukur yang dirasakan tidak sekedar diucapkan. semuanya sebagai bukti terima kasih pada sang pencipta alam atas anugerahnya.